Perusahaan RI dan AS Sepakati Dagang dan Investasi Bernilai 7 Miliar Dolar

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:10:49 WIB
Perusahaan RI dan AS Sepakati Dagang dan Investasi Bernilai 7 Miliar Dolar

JAKARTA - Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat memasuki babak baru dengan nilai komitmen yang signifikan. 

Momentum ini terjadi menjelang agenda penting antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan untuk merampungkan kesepakatan dagang final. 

Sehari sebelum pertemuan tersebut, perusahaan-perusahaan dari kedua negara lebih dulu menandatangani kesepakatan dagang dan investasi bernilai lebih dari US$7 miliar.

Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat penguatan kemitraan strategis kedua negara. Nilai investasi dan perdagangan yang tercapai menunjukkan adanya kepercayaan serta kepentingan bersama dalam memperluas kerja sama ekonomi. Penandatanganan ini sekaligus menjadi fondasi bagi pembahasan lanjutan di tingkat kepala negara.

Melansir Reuters pada Kamis, 19 Februari 2026, kesepakatan itu diumumkan oleh U.S.-ASEAN Business Council dan ditandatangani dalam jamuan makan malam untuk Presiden Prabowo yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang AS. 

Forum tersebut mempertemukan pelaku usaha utama dari kedua negara dalam suasana diplomasi ekonomi yang hangat. Momen ini memperlihatkan keterlibatan aktif sektor swasta dalam memperkuat hubungan bilateral.

Komitmen Pembelian Komoditas Pertanian

Berdasarkan lembar fakta USABC, perjanjian tersebut mencakup komitmen pembelian komoditas pertanian Amerika Serikat oleh perusahaan Indonesia. Komoditas yang disepakati meliputi 1 juta ton kedelai, 1,6 juta ton jagung, dan 93.000 ton kapas. Pembelian ini menunjukkan fokus kerja sama pada sektor pangan yang strategis bagi kedua negara.

Pembelian tersebut akan dilakukan dalam periode yang belum dirinci. Selain itu, Indonesia juga berkomitmen membeli 1 juta ton gandum pada tahun ini dan hingga 5 juta ton pada 2030. Komitmen jangka panjang ini menandakan adanya perencanaan suplai yang berkelanjutan.

Kesepakatan di sektor pertanian ini berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan baku industri dan kebutuhan konsumsi. Kerja sama ini juga membuka peluang ekspansi pasar bagi produsen pertanian Amerika Serikat. Di sisi lain, Indonesia memperoleh kepastian suplai untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kerja Sama Mineral Kritis

Selain sektor pangan, kesepakatan juga mencakup nota kesepahaman atau MoU antara Freeport McMoRan dan Kementerian Investasi Indonesia terkait kerja sama mineral kritis. 

Mineral kritis saat ini menjadi komoditas strategis yang dibutuhkan dalam pengembangan teknologi dan energi masa depan. Kolaborasi ini dipandang sebagai langkah penting dalam mengamankan rantai pasok global.

Kerja sama mineral kritis menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap bahan baku industri baterai dan teknologi tinggi. Indonesia sebagai negara kaya sumber daya memiliki posisi strategis dalam rantai pasok tersebut. Sinergi dengan perusahaan tambang global memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri mineral dunia.

Langkah ini juga memperlihatkan keseriusan kedua negara dalam membangun kemitraan berbasis nilai tambah. Dengan adanya MoU tersebut, peluang investasi dan transfer teknologi semakin terbuka. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap hilirisasi industri nasional.

Kolaborasi di Sektor Energi

Di sektor energi, perusahaan migas pelat merah Pertamina menandatangani kerja sama dengan Halliburton Co. Kerja sama ini difokuskan pada kolaborasi dalam peningkatan perolehan minyak atau oilfield recovery. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat produksi energi nasional.

Kolaborasi ini memungkinkan pemanfaatan teknologi dan keahlian global dalam mengoptimalkan lapangan migas. Dengan dukungan teknologi peningkatan perolehan minyak, produksi dapat ditingkatkan secara lebih efisien. Hal ini sejalan dengan kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut mencerminkan penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Amerika Serikat. Terutama di tengah dinamika perdagangan global dan dorongan pengamanan pasokan mineral kritis serta energi. Sinergi di sektor energi memperlihatkan keseriusan kedua pihak dalam menjawab tantangan global.

Momentum Pertemuan Tingkat Tinggi

Penandatanganan kesepakatan senilai lebih dari US$7 miliar ini berlangsung sehari sebelum pertemuan tingkat tinggi antara Prabowo dan Trump. Pertemuan tersebut diperkirakan akan menjadi momentum finalisasi kerangka kerja sama dagang yang lebih luas. Kesepakatan di level perusahaan menjadi pijakan awal menuju kesepahaman antarnegara.

Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat selama ini telah terjalin dalam berbagai sektor. Dengan adanya komitmen baru ini, kerja sama ekonomi diproyeksikan semakin terstruktur dan strategis. Keterlibatan dunia usaha memperkuat diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah.

Langkah konkret melalui pembelian komoditas, kerja sama mineral kritis, dan kolaborasi energi menunjukkan pendekatan menyeluruh. Kedua negara tidak hanya fokus pada perdagangan barang, tetapi juga investasi dan pengembangan sektor strategis. Hal ini diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi masing-masing.

Pertemuan tingkat tinggi Prabowo dan Trump dipandang sebagai kelanjutan dari rangkaian kesepakatan yang telah dicapai. Finalisasi kerangka dagang yang lebih luas akan menentukan arah hubungan ekonomi ke depan. Dengan fondasi kesepakatan yang sudah diteken, optimisme terhadap peningkatan kerja sama bilateral semakin menguat.

Terkini