Ramadan Mendekat, Ketersediaan Gas Elpiji Bangka Selatan Dipastikan Aman

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:10:56 WIB
Ramadan Mendekat, Ketersediaan Gas Elpiji Bangka Selatan Dipastikan Aman

JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci, kebutuhan energi rumah tangga mulai menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai daerah. 

Kondisi ini juga terjadi di Kabupaten Bangka Selatan, di mana lonjakan permintaan gas elpiji kerap muncul sebelum Ramadan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, para distributor bersama agen resmi mulai melakukan langkah strategis agar pasokan tetap aman dan terkendali.

Sejumlah agen yang menjadi distributor gas elpiji di Kabupaten Bangka Selatan mulai mendapatkan penambahan kuota. Tidak hanya menambah jumlah distribusi, para agen juga memperketat pengawasan hingga tingkat pangkalan. Upaya ini dilakukan guna memastikan distribusi tetap tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.

Manajer PT Haluan Karyawan Mandiri (HKM), Agustian mengatakan, menjelang bulan suci Ramadan pihaknya mendapatkan penambahan kuota elpiji bersubsidi dari Pertamina. 

Penambahan dilakukan selama empat hari, mulai 18 Februari hingga 21 Februari, dengan tambahan distribusi satu mobil per hari. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi peningkatan konsumsi yang biasanya terjadi setiap tahun.

"Memang ada penambahan kuota gas elpiji sebanyak satu truk," kata Aan sapaan akrabnya. Ia menyebutkan bahwa tambahan distribusi tersebut sangat membantu dalam menjaga stabilitas pasokan di wilayah Bangka Selatan. 

Dengan adanya suplai tambahan, diharapkan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi tanpa hambatan berarti.

Penambahan Kuota Hingga Dua Puluh Persen

Aan menjelaskan, penambahan kuota gas elpiji mencapai 560 tabung atau meningkat sekitar 20 persen dari kuota normal. Dari semula hanya 2.800 tabung kini menjadi 3.360 tabung. Peningkatan ini disesuaikan dengan proyeksi lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap pasokan gas elpiji ke setiap pangkalan. PT HKM diketahui menjadi distributor resmi di 81 pangkalan yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan. Dengan bertambahnya kuota, masing-masing pangkalan memperoleh tambahan distribusi agar tidak terjadi kekosongan stok.

Setiap pangkalan menerima penambahan kuota sebesar 20 hingga 30 persen dari alokasi normal. Jika sebelumnya satu pangkalan hanya menerima 100 tabung per pengiriman, kini jumlahnya meningkat menjadi 120 hingga 130 tabung. 

Bahkan untuk pangkalan dengan tingkat permintaan tinggi, jumlah tambahan bisa lebih besar sesuai kebutuhan lapangan.

"Kalau titik pangkalannya ramai, penambahan bisa lebih dari 30 tabung. Terutama di wilayah dengan penduduk padat, suplainya memang kita tambah," ujar Aan. Ia menegaskan bahwa penyesuaian dilakukan secara fleksibel dengan melihat kondisi riil di lapangan. Dengan cara tersebut, distribusi diharapkan lebih merata dan tepat sasaran.

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Ramadan

Menurut Aan, kebutuhan elpiji di wilayah Toboali berpotensi meningkat selama Ramadan. Aktivitas memasak yang lebih intens, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil, menjadi salah satu faktor pendorong naiknya konsumsi. Oleh karena itu, langkah antisipasi dilakukan lebih awal agar tidak terjadi gejolak pasokan.

Pihaknya mengklaim telah menyiapkan strategi dengan menambah pasokan harian melalui satu unit mobil distribusi tambahan. Mobil tersebut dioperasikan khusus selama masa penambahan kuota untuk mempercepat penyaluran ke pangkalan. 

Dengan dukungan armada tambahan, proses distribusi menjadi lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan mendesak.

"Penambahan kuota memang difokuskan untuk menyambut hari besar keagamaan nasional, terutama Ramadan," ucapnya. Ia menambahkan bahwa momentum Ramadan selalu diiringi peningkatan konsumsi elpiji sehingga kesiapan stok menjadi prioritas utama. Langkah ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

Pengawasan Distribusi Diperketat

Selain memastikan ketersediaan stok, HKM juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar tepat sasaran. Perusahaan mengimbau masyarakat menggunakan elpiji sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga pemerataan pasokan.

Setiap satu kepala keluarga dengan satu KTP hanya diperbolehkan membeli satu tabung. Aturan ini diterapkan untuk mencegah penimbunan dan memastikan elpiji bersubsidi dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Dengan pembatasan tersebut, diharapkan distribusi menjadi lebih adil dan terkendali.

HKM juga meminta seluruh pangkalan mematuhi aturan penjualan yang berlaku. Pengawasan dilakukan secara rutin guna memastikan tidak ada pelanggaran dalam proses distribusi. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, perusahaan akan segera mengambil tindakan tegas.

"Kalau ada laporan, langsung kami tindak lanjuti. Jika pelanggarannya fatal, bisa kami putuskan hubungan usaha. Misalnya pangkalan menimbun gas atau menjual tidak sesuai prosedur," tegas Aan. Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen distributor dalam menjaga integritas distribusi elpiji di Bangka Selatan.

Komitmen Jaga Ketersediaan dan Stabilitas Pasokan

Penambahan kuota sebesar 20 persen menjadi bukti keseriusan distributor dalam merespons kebutuhan masyarakat. Langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi lonjakan konsumsi, tetapi juga menjaga stabilitas distribusi selama periode krusial. Dengan pengawasan ketat dan tambahan pasokan, potensi kelangkaan dapat diminimalkan.

Upaya antisipatif ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama antara distributor dan pangkalan resmi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih transparan dan akuntabel. Masyarakat pun diimbau berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan praktik yang tidak sesuai aturan.

Dengan tambahan 560 tabung serta dukungan satu mobil distribusi per hari selama periode 18 hingga 21 Februari, pasokan elpiji di Bangka Selatan dipastikan lebih aman. Seluruh langkah ini difokuskan untuk menyambut Ramadan dengan kondisi distribusi yang terkendali. 

Distributor optimistis kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata tanpa menimbulkan keresahan di tengah meningkatnya permintaan.

Terkini