JAKARTA - Semangat berbagi di bulan Ramadhan kembali diwujudkan melalui aksi nyata penyediaan listrik bagi warga yang membutuhkan.
PT PLN (Persero) menghadirkan sambungan listrik gratis untuk keluarga prasejahtera di berbagai wilayah Tanah Papua. Program ini menjadi bagian dari komitmen menghadirkan terang hingga pelosok negeri.
PT PLN (Persero) memberikan sambungan listrik gratis kepada 35 keluarga prasejahtera yang tersebar di Tanah Papua melalui Program Light Up The Dream pada Ramadhan 2026.
Bantuan tersebut menyasar rumah tangga yang selama ini belum memiliki akses listrik mandiri. Kehadiran listrik diharapkan mampu mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.
Assistant Manager Niaga dan Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan PT PLN (Persero) Jayapura Mohammad Farizki Widodo di Jayapura mengatakan program tersebut merupakan inisiatif sosial pegawai PLN melalui donasi sukarela untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Program ini lahir dari kepedulian internal pegawai terhadap kondisi sosial di sekitar wilayah kerja. Donasi yang dihimpun menjadi wujud solidaritas untuk menghadirkan akses energi yang merata.
"Untuk Program Light Up The Dream pada Maret 2025 totalnya ada 35 rumah di wilayah kerja UP3 PLN di Tanah Papua,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan cakupan bantuan yang diberikan dalam periode pelaksanaan program. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan menghadirkan listrik bagi masyarakat.
Sebaran Penerima di Berbagai Wilayah
Menurut Farizki, 35 pelanggan penerima manfaat tersebar di UP3 Jayapura sebanyak enam pelanggan, UP3 Sorong enam pelanggan, UP3 Merauke lima pelanggan, UP3 Manokwari lima pelanggan, UP Nabire tiga pelanggan, UP3 Biak tiga pelanggan, UP3 Timika tiga pelanggan, UP3 Fakfak dua pelanggan, serta UP3 Wamena dua pelanggan.
Sebaran ini menunjukkan pemerataan bantuan di berbagai kabupaten dan kota. Program tidak terpusat pada satu wilayah saja, melainkan menjangkau beberapa daerah strategis.
Distribusi penerima manfaat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing unit pelayanan. Setiap unit melakukan pendataan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Dengan pendekatan ini, PLN berupaya menghadirkan manfaat yang merata.
"Kami berharap dengan pemberian bantuan dapat meringankan beban keluarga prasejahtera sehingga meningkatkan ekonomi keluarga," ujarnya. Harapan tersebut mencerminkan tujuan jangka panjang program sosial ini. Listrik diharapkan menjadi pendorong aktivitas ekonomi rumah tangga.
Kriteria dan Prioritas Bantuan
Dia menjelaskan kriteria penerima bantuan adalah rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri atau masih menyalurkan dari tetangga maupun orang tua, sehingga menjadi prioritas utama dalam program tersebut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses listrik mandiri merupakan kebutuhan dasar. Dengan adanya sambungan resmi, keamanan dan kenyamanan penggunaan listrik dapat lebih terjamin.
Program ini memprioritaskan keluarga yang benar-benar membutuhkan. Proses seleksi dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Pendekatan ini sekaligus memastikan keberlanjutan manfaat bagi penerima.
“Hingga Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 2.966 pelanggan di seluruh Tanah Papua,” katanya lagi. Angka tersebut menunjukkan bahwa program telah berjalan secara konsisten dan menjangkau ribuan keluarga. Capaian ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam pemerataan akses energi.
Kisah Penerima Manfaat di Jayapura
Sementara itu Salah satu penerima manfaat Program Light Up Dreams di Jayapura, Fitri Kmur mengatakan pihaknya sangat terbantu dengan adanya program tersebut karena sudah 10 tahun menumpang listrik dari iparnya.
Kondisi tersebut menggambarkan keterbatasan akses listrik yang dialami sebagian warga. Bantuan sambungan listrik mandiri menjadi perubahan besar bagi keluarganya.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami kesulitan sehingga dengan mendapatkan bantuan listrik sebesar 900 VA dan token 100 ribu," katanya. Bantuan daya 900 VA dan token awal memberikan kesempatan bagi keluarga untuk memulai penggunaan listrik secara mandiri. Kehadiran listrik tersebut mendukung kebutuhan dasar seperti penerangan dan aktivitas rumah tangga.
Pengalaman Fitri menjadi contoh nyata dampak sosial program ini. Akses listrik mandiri membantu keluarga menjalankan kegiatan dengan lebih nyaman. Perubahan tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
Komitmen PLN untuk Pemerataan Energi
Program Light Up The Dream mencerminkan komitmen PLN dalam mendukung pemerataan energi hingga ke wilayah timur Indonesia. Inisiatif berbasis donasi pegawai memperlihatkan keterlibatan internal perusahaan dalam aksi sosial. Semangat gotong royong menjadi landasan pelaksanaan program.
Pemberian sambungan listrik gratis pada Ramadhan 2026 menambah daftar penerima manfaat yang telah mencapai 2.966 pelanggan di seluruh Tanah Papua. Capaian ini menunjukkan konsistensi dan keberlanjutan program sosial tersebut. Setiap sambungan baru menjadi simbol harapan dan peluang baru bagi keluarga prasejahtera.
Melalui langkah ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kualitas hidup.
Dukungan terhadap keluarga prasejahtera diharapkan mampu membuka akses pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan yang lebih baik. Program ini menjadi wujud nyata bahwa terang listrik dapat menghadirkan masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat Tanah Papua.