Atlet Berprestasi Cetak Rekor Pribadi di Asian Indoor Athletics Championships

Selasa, 10 Februari 2026 | 13:24:27 WIB
Atlet Berprestasi Cetak Rekor Pribadi di Asian Indoor Athletics Championships

JAKARTA - Asian Indoor Athletics Championships tuntas, personal best tercipta bagi sejumlah atlet Indonesia yang menampilkan performa menjanjikan di Tianjin, China.

Kejuaraan ini menjadi kesempatan penting bagi atlet untuk mengukur perkembangan latihan mereka setelah agenda SEA Games. Tim Indonesia menunjukkan daya juang tinggi meski menghadapi persaingan ketat dari atlet-atlet Asia lainnya.

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para atlet yang berlaga di level tertinggi benua Asia. 

Ia menekankan bahwa ajang ini menjadi alat evaluasi penting untuk mempersiapkan kompetisi yang lebih besar sepanjang tahun. “Ajang ini adalah ujian awal bagi atlet-atlet kita di tahun 2026 untuk melihat sejauh mana progres latihan mereka setelah SEA Games lalu,” ujar Luhut.

Luhut juga memberi pujian khusus kepada atlet muda yang berhasil memecahkan catatan personal best mereka selama kejuaraan berlangsung. Prestasi ini dianggap sebagai indikator bahwa pembinaan atletik nasional terus berkembang dengan baik. Keberhasilan individu ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh tim Indonesia di arena internasional.

Hari Pertama: Tolak Peluru dan Sprint

Pada hari pertama, atlet tolak peluru putri, Lina Hisage, menempati posisi keenam dengan lemparan sejauh 12,07 meter. Catatan ini sekaligus menjadi personal best bagi Lina, menandai debutnya yang impresif di kejuaraan tingkat Asia. Penampilan Lina menunjukkan potensi besar untuk kompetisi berikutnya.

Sementara itu, sprinter Lalu Muhammad Zohri finis di posisi keenam nomor 60 meter putra dengan waktu 6,69 detik. Hasil ini menunjukkan konsistensi Zohri meski menghadapi persaingan ketat dari pelari Asia lainnya. Setiap detik yang dicatatkan menjadi pengalaman berharga untuk pengembangan teknik lari ke depan.

Selain itu, Maulana Ismail menempati posisi kelima Heat 1 nomor 400 meter putra, sementara Dwiky Firmansyah finis di posisi ke-11 final lompat tinggi putra dengan lompatan 2,00 meter. Meski belum meraih podium, performa keduanya menjadi bagian dari evaluasi penting tim pelatih. Pengalaman ini membantu para atlet menyiapkan strategi lebih matang untuk kejuaraan berikutnya.

Hari Kedua: Catatan Personal Best dan Hasil Kompetitif

Memasuki hari kedua, Shava Salvia Waranggani mencatatkan personal best di nomor 60 meter putri setelah finis kelima Heat 2 dengan waktu 7,65 detik. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan dan teknik start Shava. Setiap torehan waktu menjadi penentu kesiapan menghadapi kompetisi tingkat internasional.

Pada nomor 60 meter gawang putra, Brian Bagas Swara finis di peringkat keenam Heat 2 dengan catatan 8,30 detik. Hasil ini memperlihatkan konsistensi atlet muda dalam menghadapi tekanan kompetisi Asia. Setiap lomba menjadi kesempatan bagi Brian untuk mengasah refleks dan koordinasi tubuh di lintasan gawang.

Di nomor 3.000 meter putri, Odekta Elvina Naibaho menempati posisi kedelapan dengan waktu 9:58,72, sedangkan Wilna Selvi finis di peringkat ke-10 dengan catatan 10:49,55. Hasil ini menunjukkan kemampuan endurance atlet Indonesia di nomor jarak menengah. Catatan waktu mereka menjadi dasar evaluasi untuk program latihan berikutnya.

Hari Terakhir: Final dan Evaluasi Performa

ada hari terakhir, Yad Hafizuddin finis di posisi ke-10 final nomor 1.500 meter putra dengan waktu 4:03,79. Meski belum meraih podium, catatan ini menjadi indikator kesiapan Yad untuk menghadapi lomba jarak menengah internasional. Pengalaman balap ini menjadi modal penting bagi pengembangan strategi lari ke depan.

Vincensia Awutet Amrajam juga menempati posisi ke-10 final lompat jauh putri dengan lompatan 5,76 meter. Hasil ini menunjukkan konsistensi teknik lompat dan kemampuan kontrol tubuh di udara. Meski belum mencapai podium, performa Vincensia tetap diapresiasi sebagai langkah maju bagi atlet putri Indonesia.

PB PASI menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi bagian penting dalam program pengembangan atlet. Evaluasi dari hasil kejuaraan ini akan digunakan untuk menyesuaikan strategi latihan dan persiapan kompetisi internasional berikutnya. Dukungan terhadap para atlet terus dijaga agar mereka siap bersaing di tingkat Asia maupun dunia.

Peran Mitra Strategis dan Dukungan Program

PB PASI juga menyampaikan apresiasi kepada MIND ID sebagai mitra strategis yang mendukung program pembinaan atletik nasional. Peran mitra dianggap krusial dalam menjaga kesinambungan pengembangan atlet. Dukungan ini mencakup fasilitas latihan, sponsor program, dan persiapan logistik selama kejuaraan berlangsung.

Menurut Luhut, keikutsertaan Indonesia di Asian Indoor Athletics Championships menjadi bukti komitmen PB PASI meningkatkan daya saing atlet nasional. Partisipasi ini juga memperluas pengalaman bertanding internasional bagi para atlet. Selain itu, kejuaraan ini menjadi tolok ukur kesiapan menghadapi agenda kompetisi Asia dan dunia di tahun 2026.

Dengan hasil kompetitif dan sejumlah personal best, tim atletik Indonesia memperoleh pelajaran berharga. Pengalaman ini diharapkan menjadi motivasi bagi atlet muda dan senior untuk lebih berprestasi. Semangat dan daya juang para atlet di Tianjin menjadi simbol optimisme atletik Indonesia di kancah internasional.

Terkini