Ribuan Pemudik Mulai Padati Penyeberangan Situbondo-Madura Menyambut Lebaran 2026

Selasa, 10 Maret 2026 | 14:14:14 WIB
Ribuan Pemudik Mulai Padati Penyeberangan Situbondo-Madura Menyambut Lebaran 2026

JAKARTA - Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, mulai dipadati pemudik yang akan menyeberang ke kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura. 

Lonjakan ini terlihat sejak beberapa hari terakhir menjelang H-11 Hari Raya Idul Fitri. Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Slamet Santoso, menyampaikan pihaknya terus memantau kepadatan penumpang agar pelayanan tetap lancar.

Persiapan Kapal Feri dan Layanan Ekstra

Slamet menjelaskan malam itu KMP Dharma Kartika melayani ratusan penumpang rute Jangkar–Raas. Selain itu, tiga kapal feri lain, KMP Munggiyango Hulalo, KMP Wicitra Dharma I, dan KMP Dharma Kartika, melayani jalur ke Pulau Raas, Sapudi, Kalianget, dan Kangean. “Alhamdulillah semuanya terangkut dan perjalanan berjalan lancar,” kata Slamet.

Untuk menghadapi arus mudik, ASDP Pelabuhan Jangkar menambah perjalanan ekstra atau jadwal pelayaran tambahan. Langkah ini dilakukan agar pemudik tidak terlalu lama menunggu di dermaga. Peningkatan layanan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan mempercepat keberangkatan penumpang.

Kesiapan Petugas dan Sistem Pelayanan

Petugas pelabuhan telah dikerahkan sejak pagi hingga malam untuk mengatur antrean dan kelancaran boarding kapal. Sistem layanan di dermaga juga diperkuat agar proses naik kapal lebih tertib. Slamet menambahkan koordinasi antarpetugas dilakukan secara intensif untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Masyarakat yang memanfaatkan jalur ini pun mulai menyesuaikan waktu keberangkatan mereka. Dengan informasi jadwal ekstra, pemudik bisa memilih waktu menyeberang lebih awal. Hal ini mengurangi tekanan pada jam-jam sibuk di pelabuhan.

Pengalaman Pemudik Awal

Salah seorang pemudik asal Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Suliatun, memilih menyeberang lebih awal untuk menghindari keramaian. “Saya bersama keluarga dari Bali tiba di Pelabuhan Jangkar pada Minggu dan malam ini bisa menyeberang,” ujarnya. Ia menambahkan keberangkatan lebih awal membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

Banyak pemudik lain juga merasa strategi ini efektif untuk mengurangi waktu tunggu. Selain itu, jadwal tambahan kapal memberikan fleksibilitas dalam menentukan waktu perjalanan. Pengalaman ini diharapkan menjadi contoh bagi pemudik di hari-hari mendekati puncak arus mudik.

Harapan dan Antisipasi Arus Mudik Lebaran

Slamet berharap semua pemudik dapat menikmati perjalanan tanpa hambatan berarti. Penambahan jadwal dan kapal feri diharapkan mampu menampung lonjakan penumpang hingga H-10 Lebaran. “Kami terus berupaya agar semua pemudik terlayani dengan baik dan aman sampai tujuan,” katanya.

Selain itu, pihak pelabuhan mengingatkan pemudik untuk selalu mematuhi aturan keselamatan di kapal. Hal ini termasuk mengenakan rompi keselamatan dan mengikuti arahan petugas saat naik dan turun kapal. 

Dengan koordinasi yang baik antara petugas dan pemudik, diharapkan arus mudik melalui Pelabuhan Jangkar tetap lancar hingga puncak Lebaran.

Terkini