Centrepark

Centrepark Bersiap Rancang IPO, Targetkan Masuk Bursa Saham Indonesia

Centrepark Bersiap Rancang IPO, Targetkan Masuk Bursa Saham Indonesia
Centrepark Bersiap Rancang IPO, Targetkan Masuk Bursa Saham Indonesia

JAKARTA - Transformasi bisnis berbasis teknologi semakin menjadi kebutuhan dalam pengelolaan mobilitas perkotaan. 

Perusahaan yang mampu memadukan inovasi dan tata kelola dinilai memiliki peluang tumbuh berkelanjutan. Dalam konteks ini, Centrepark Rancang IPO Masuk Bursa sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

PT Centrepark Citra Corpora atau Centrepark merupakan perusahaan manajemen parkir nasional. Perseroan dikenal sebagai penyedia smart mobility parking solution di Indonesia. Fokus bisnis diarahkan pada pengelolaan parkir berbasis teknologi dan pengalaman pengguna.

Pengembangan ekosistem mobilitas perkotaan menjadi perhatian utama Centrepark. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan kota modern yang semakin kompleks. Perseroan menilai teknologi sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis.

Rencana IPO dan Penguatan Fundamental Usaha

Manajemen Centrepark telah menyiapkan rencana untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Target tersebut ditetapkan sebagai langkah strategis perusahaan. Tujuan IPO tidak semata mencari pendanaan.

Chris Haryadi selaku Chief Operating Officer & Acting Chief Financial Officer Centrepark menjelaskan rencana tersebut. Menurutnya, IPO menjadi pembuktian bahwa solusi teknologi karya talenta dalam negeri dapat berkembang. Perusahaan juga ingin memperkuat fundamental kinerja.

Pemegang saham Centrepark menekankan prinsip kehati-hatian. Manajemen diminta menjalankan bisnis secara proper, prudent, dan compliance. Fundamental usaha menjadi prioritas utama.

“Dalam waktu dekat kami sudah membuat target, rencana melantai ke Bursa. Kami tidak ingin ada ‘goreng-goreng’ saham, harus fundamental kuat. Kami ingin menyiapkan semua fundamental, menyiapkan semua bisnis, dan begitu siap, mapan, baru akan melantai,” paparnya.

Strategi Investasi dan Pengelolaan Belanja Modal

Pada 2026, Centrepark mengalokasikan belanja modal cukup besar. Nilainya berada di kisaran Rp350 miliar hingga Rp500 miliar. Pendanaan berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan.

Seiring pertumbuhan bisnis, Centrepark justru memperoleh banyak tawaran kredit. Perbankan menilai bisnis manajemen parkir berbasis teknologi cukup menarik. Biaya pendanaan yang ditawarkan dinilai ideal.

Chris menyampaikan hal tersebut sebagai indikator kesehatan bisnis. Menurutnya, kepercayaan perbankan mencerminkan prospek usaha. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan menuju IPO.

Salah satu fokus capex terbesar adalah pengembangan gedung parkir. Sistem parkir susun menjadi solusi atas keterbatasan kapasitas bangunan. Terutama pada lokasi dengan trafik kendaraan yang tinggi.

“Alokasi capex dengan catatan ke belanja yang menghasilkan cuan. Kami berdiskusi dengan pemilik lahan atau pemilik gedung untuk membuat solusi parkir yang ideal,” imbuhnya.

Target Pertumbuhan dan Perluasan Jaringan Layanan

Charles Richard Oentomo selaku Chief Executive Officer Centrepark menyampaikan target pertumbuhan. Pada 2026, perusahaan membidik kenaikan pendapatan sekitar 10% hingga 15%. Target ini sejalan dengan ekspansi lokasi parkir baru.

Centrepark menargetkan pengembangan 100 lokasi parkir tambahan. Langkah ini didukung pengalaman lebih dari 16 tahun di industri. Saat ini, perusahaan mengelola lebih dari 700 lokasi.

Jaringan Centrepark tersebar di 60 kota di Indonesia. Total ruang parkir yang dikelola mencapai lebih dari 440.000 unit. Transaksi parkir tahunan tercatat sekitar 360 juta.

“Pangsa pasar kami di industri manajemen parkir masih 15%. Jadi, masih ada ruang lebih untuk bertumbuh,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap potensi pasar. Ekspansi menjadi strategi utama untuk meningkatkan pangsa pasar.

Perkembangan industri mendorong perubahan paradigma parkir. Smart parking tidak lagi dipandang sebagai tren semata. Kebutuhan mobilitas modern menjadikannya bagian penting ekosistem perkotaan.

Teknologi Terintegrasi Dorong Nilai Tambah Bisnis

Stephen Roy Imantaka selaku Chief Strategy Officer Centrepark menilai parkir telah berevolusi. Fungsi parkir kini bergeser dari cost center menjadi value driver. Pengelolaan berbasis data memberi nilai tambah signifikan.

Menurutnya, sistem parkir terstruktur meningkatkan nilai properti. Pengalaman pengunjung juga menjadi lebih baik dan efisien. Hal ini mendukung pengembangan smart mobility perkotaan.

Kesiapan terhadap adopsi kendaraan listrik juga menjadi perhatian. Infrastruktur parkir terintegrasi dinilai krusial dalam transisi tersebut. Centrepark menempatkan teknologi sebagai enabler utama.

Seluruh operasional Centrepark didukung ekosistem teknologi terintegrasi. Sistem tersebut mencakup gate system dan License Plate Recognition. Teknologi vehicle counting dan parking guidance juga digunakan.

Pengelolaan dilakukan melalui centralized control room. Pendekatan ini memungkinkan pemantauan operasional secara real time. Efisiensi dan akurasi menjadi keunggulan utama.

“Seluruh sistem solusi parkir ini kami kembangkan sendiri,” tambahnya. Pengembangan internal menunjukkan kemandirian teknologi perusahaan. Hal ini memperkuat posisi Centrepark dalam industri parkir nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index