Seskab Teddy

Seskab Teddy Ungkap Pemerintah Siapkan Rp 911 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik

Seskab Teddy Ungkap Pemerintah Siapkan Rp 911 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik
Seskab Teddy Ungkap Pemerintah Siapkan Rp 911 Miliar untuk Diskon Transportasi Mudik

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. 

Melalui Paket Stimulus Ekonomi I-2026, kebijakan difokuskan pada dukungan perjalanan yang lebih terjangkau. Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus mengurangi beban biaya mudik.

Seskab Ungkap Pemerintah Siapkan Rp 911 M untuk Diskon Transportasi Mudik sebagai bagian dari kebijakan tersebut. Insentif ini diarahkan untuk berbagai moda transportasi darat, laut, udara, dan penyeberangan. Pemerintah menilai sektor transportasi memiliki peran krusial dalam pergerakan ekonomi nasional.

Paket stimulus ini diumumkan dalam keterangan pers bersama sejumlah menteri terkait. Kebijakan dirancang untuk menjangkau jutaan masyarakat di berbagai wilayah. Pemerintah menargetkan manfaat langsung dapat dirasakan selama periode puncak perjalanan.

Diskon Transportasi Jadi Kebijakan Utama

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa insentif transportasi menjadi kebijakan utama stimulus. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 911 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBN dan dukungan non-APBN.

"Diskon tarif transportasi, dengan total estimasi anggaran sebesar Rp 911,16 miliar dari APBN dan dukungan non-APBN," kata Teddy. Diskon ini mencakup berbagai moda transportasi yang digunakan masyarakat luas. Pemerintah berharap kebijakan ini menekan lonjakan biaya perjalanan.

Langkah ini juga bertujuan mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Pemerintah menilai pengendalian tarif dapat mencegah kepadatan berlebihan. Kebijakan ini sekaligus mendorong pemerataan mobilitas nasional.

Rincian Insentif Berbagai Moda Transportasi

Pemerintah memberikan diskon tarif kereta api sebesar 30 persen. Diskon ini berlaku pada periode tertentu dengan target 1,2 juta penumpang. Kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi massal.

Selain itu, diskon angkutan laut juga diberikan sebesar 30 persen. Insentif ini menyasar ratusan ribu penumpang selama masa mudik. Pemerintah menilai transportasi laut penting bagi wilayah kepulauan.

"Diskon angkutan laut sebesar 30 persen, periode 11 Maret-5 April 2026, target 445 ribu penumpang. Diskon angkutan penyeberangan sebesar 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan, periode 12-31 Maret 2026, target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang," ujar Teddy.

Dukungan Transportasi Udara dan Mobilitas

Pemerintah juga menyiapkan diskon angkutan udara domestik. Besaran diskon mencapai 17 hingga 18 persen untuk kelas ekonomi. Kebijakan ini ditujukan untuk perjalanan dalam negeri.

Target penerima manfaat diskon udara mencapai 3,3 juta penumpang. Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk menjaga konektivitas antardaerah. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat mobilitas udara nasional.

Selain diskon, pemerintah mengatur kebijakan kerja fleksibel. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan perjalanan. Distribusi mobilitas masyarakat menjadi perhatian utama.

Pengaturan Kerja dan Bantuan Sosial

Dalam paket stimulus, pemerintah menerapkan skema work from anywhere atau flexible working arrangement. Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari tertentu. Tujuannya untuk mengurangi puncak kepadatan arus mudik.

"Work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA) selama lima hari, yaitu pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026," kata Teddy. Pengaturan kerja ini diharapkan memberi fleksibilitas bagi pekerja. Pemerintah menilai langkah ini efektif mengelola pergerakan masyarakat.

Selain sektor transportasi dan kerja, pemerintah menyalurkan bantuan sosial. Bantuan berupa pangan diberikan kepada jutaan keluarga penerima manfaat. Kebijakan ini ditujukan menjaga daya beli masyarakat.

"Bantuan ini ditargetkan kepada 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1-4, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp 11,92 triliun," ucapnya. Bantuan mencakup beras dan minyak goreng. Pemerintah berharap stimulus ini memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index