JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menunaikan shalat Tarawih berjemaah di Masjid Al-Falaah Manggarai.
Kegiatan ini berlangsung di tengah permukiman padat penduduk di Tebet, Jakarta Selatan. Kehadiran Wapres disambut hangat oleh warga, pengurus yayasan, dan tokoh agama setempat.
Gibran memulai rangkaian ibadah dengan shalat Isya berjemaah yang dipimpin oleh Ustadz Zahrul Bayumi. Selama shalat, Wapres mengikuti ceramah yang disampaikan Ustadz Rohmat. Ceramah menekankan pentingnya saling memaafkan dan menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat.
Usai ceramah, Wapres melanjutkan dengan shalat Tarawih dan Witir secara khidmat. Penampilan khusyuk Gibran menginspirasi warga untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Aktivitas ini juga menjadi momen penting mempererat hubungan antara pejabat negara dan masyarakat.
Kehangatan Sambutan Masyarakat
Kedatangan Wapres Gibran mendapatkan sambutan hangat dari warga sekitar masjid. Masyarakat telah memadati area masjid untuk menyambut kehadirannya. Banyak yang berinteraksi langsung dengan Wapres, menyampaikan salam dan harapan baik.
Sebelum meninggalkan masjid, Gibran menyempatkan diri menyapa dan berfoto bersama para jemaah. Ia juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo untuk masyarakat. “Salam hangat Bapak Ibu dari Bapak Presiden Prabowo. Kita doakan semoga beliau sehat dan lancar dalam bertugas,” ungkapnya.
Kehadiran Wapres di tengah masyarakat membuat suasana ibadah semakin hangat dan akrab. Warga merasa lebih dekat dengan pejabat negara. Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi yang mempererat ikatan sosial.
Alasan Memilih Masjid di Permukiman Padat
Gibran menjelaskan alasannya memilih Masjid Al-Falaah sebagai lokasi shalat Isya dan Tarawih. Ia ingin melaksanakan ibadah sekaligus bersilaturahmi dengan warga. “Malam ini, saya sengaja mencari masjid yang ada di tengah permukiman padat. Jadi bisa bersilaturahmi sekaligus menyerap masukan dari warga,” ujarnya.
Pilihan lokasi ini memungkinkan Wapres lebih mudah mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Interaksi dengan warga memberi wawasan mengenai berbagai permasalahan lokal. Langkah ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Dengan berada di permukiman, Wapres dapat memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Keputusan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap kehidupan sosial warga. Masyarakat merasa diperhatikan dan dihargai kehadirannya.
Menampung Masukan dan Aspirasi Warga
Gibran menerima berbagai masukan dari warga terkait masalah rutin di lingkungan mereka. Salah satu yang disampaikan adalah isu yang kerap muncul saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Ia berjanji akan mempelajari setiap permasalahan dan mencari solusi terbaik.
“Ini akan kami gali dulu Pak RW, dan kami akan coba carikan solusinya,” tegasnya di hadapan warga. Penekanan ini menunjukkan keseriusan Wapres dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Langkah ini diharapkan memberi dampak positif bagi penyelesaian masalah di tingkat lokal.
Selain itu, Wapres juga menjelaskan layanan pengaduan masyarakat yang tersedia di Kantor Wapres. Layanan ini beroperasi setiap hari kerja untuk membantu warga menyelesaikan berbagai masalah. Hal ini memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik yang cepat dan efisien.
Apresiasi dan Doa untuk Warga
Di akhir rangkaian ibadah, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat warga. Ia mendoakan semoga ibadah Ramadhan masyarakat dilancarkan dan diberikan kesehatan. “Terima kasih saya sudah diterima untuk melaksanakan ibadah di sini. Semoga Bapak Ibu ibadah puasanya dilancarkan dan diberikan kesehatan,” pungkasnya.
Kehadiran Wapres sekaligus menjadi inspirasi bagi warga untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan. Penekanan pada silaturahmi dan kepedulian sosial membuat momen ini lebih bermakna. Masyarakat pun merasakan kedekatan dan perhatian dari pejabat negara.
Selain beribadah, Gibran menekankan pentingnya mendengar aspirasi dan keluhan warga. Aktivitas ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat setempat secara harmonis.
Layanan pengaduan yang dijelaskan Wapres menjadi bagian dari komitmen meningkatkan pelayanan publik. Pendekatan proaktif ini memungkinkan masalah warga dapat diselesaikan lebih cepat. Dengan begitu, masyarakat merasa lebih diperhatikan dan dihargai kehadirannya.