JAKARTA - Selama Ramadan, tubuh mengalami banyak perubahan fisik yang memengaruhi berbagai sistem, termasuk penglihatan.
Sebagian orang mungkin merasakan mata menjadi kabur, terutama menjelang sore hari. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan apakah kondisi tersebut wajar atau membutuhkan perhatian medis khusus.
Penglihatan Kabur Saat Puasa
Dr. Nandini Sankaranarayanan, Spesialis Oftalmologi, menyatakan bahwa penglihatan kabur ringan selama puasa termasuk hal yang normal. “Kondisi ini sering muncul karena dehidrasi dan penurunan produksi air mata yang memengaruhi fokus mata sementara,” ujarnya. Biasanya, gejala ini muncul di sore hari dan membaik setelah berbuka puasa.
Mata bergantung pada lapisan air mata untuk menjaga kejernihan penglihatan. Saat tubuh kekurangan cairan, produksi air mata menurun sehingga penglihatan menjadi kabur atau terasa berat. Fenomena ini umumnya bersifat sementara dan akan hilang setelah hidrasi tubuh kembali normal.
Peran Kadar Cairan Tubuh
Dehidrasi menjadi faktor utama penglihatan kabur pada orang yang berpuasa. Ketika kadar cairan mencapai titik terendah di sore hari, mata cenderung lebih kering. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan fokus dan memengaruhi ketajaman visual hingga berbuka.
Selain itu, kurangnya asupan air selama seharian membuat tubuh harus menyesuaikan mekanisme homeostasis. Tubuh akan mengutamakan fungsi vital, sehingga produksi air mata menurun. Akibatnya, penglihatan kabur menjadi tanda adaptasi sementara tubuh terhadap kondisi puasa.
Dampak Kadar Gula Darah
Kadar gula darah yang rendah juga dapat memengaruhi kejernihan penglihatan. Glukosa di bawah 70 mg/dl dapat menimbulkan penglihatan kabur, penglihatan redup, atau bintik hitam sementara. “Saat glukosa turun, otak yang memproses informasi visual tidak berfungsi optimal, sehingga mata terasa kabur,” jelas Dr. Nandini.
Fenomena ini lebih terasa pada orang yang memiliki ketidakstabilan gula darah atau diabetes. Fluktuasi glukosa antara jam puasa dan berbuka dapat memengaruhi pembuluh darah halus di mata. Oleh karena itu, pengaturan pola makan dan hidrasi menjadi kunci untuk menjaga penglihatan tetap jelas selama Ramadan.
Tips Menjaga Kesehatan Mata Selama Puasa
Untuk mengurangi penglihatan kabur, konsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka sangat dianjurkan. Menjaga asupan cairan membantu mempertahankan produksi air mata yang stabil. Selain itu, mengatur pola tidur agar mata cukup istirahat dapat meningkatkan ketajaman visual.
Beberapa orang juga dapat memanfaatkan tetes mata buatan untuk menjaga kelembapan mata. Langkah ini berguna terutama jika sering berada di ruangan ber-AC. Disarankan pula mengonsumsi makanan yang kaya vitamin A, C, dan omega-3 untuk mendukung kesehatan mata secara keseluruhan.
Kapan Harus Waspada dan Konsultasi Dokter
Jika penglihatan kabur terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain seperti pusing, mual, atau kehilangan penglihatan mendadak, sebaiknya segera konsultasi dokter. Dr. Nandini menekankan, “Kondisi yang tidak membaik setelah berbuka atau disertai keluhan lain harus diperiksa lebih lanjut.” Hal ini penting untuk memastikan tidak ada masalah medis serius yang tersembunyi.
Bagi penderita diabetes, pemantauan kadar gula darah secara rutin sangat dianjurkan selama Ramadan. Dengan kontrol yang tepat, risiko gangguan penglihatan dapat diminimalkan. Pengelolaan hidrasi dan glukosa menjadi strategi utama agar puasa tetap aman dan penglihatan tidak terganggu.