Susi Air Tambah Rute Penerbangan Baru di Wilayah Sumatra dan Kalimantan

Jumat, 27 Februari 2026 | 09:36:37 WIB
Susi Air Tambah Rute Penerbangan Baru di Wilayah Sumatra dan Kalimantan

JAKARTA - Maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air memperluas jangkauan konektivitas udara melalui pengoperasian rute subsidi angkutan udara perintis di wilayah Sumatra dan Kalimantan pada Februari 2026. 

Ekspansi tersebut mencakup operasional di wilayah Kuasa Pengguna Anggaran Dabo Singkep dan Sinabang serta dimulainya layanan Subsidi Ongkos Angkut di Kabupaten Malinau untuk Tahun Anggaran 2026. 

Langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

Manajemen menyampaikan komitmennya terhadap pengembangan jaringan tersebut. “Sepanjang Februari 2026, Susi Air terus mengembangkan jaringan penerbangannya dengan menghadirkan penerbangan perintis. Kami berharap rute-rute baru ini dapat semakin mempercepat perkembangan wilayah-wilayah di seluruh Indonesia,” tulis manajemen melalui akun Instagram resmi @susiairofficial. 

Pernyataan ini menegaskan peran penerbangan perintis sebagai penghubung daerah yang sulit dijangkau transportasi lain.

Pengoperasian rute subsidi menjadi bagian dari dukungan terhadap konektivitas nasional. Wilayah Sumatra dan Kalimantan menjadi fokus penguatan layanan tahun ini. Kehadiran rute baru diharapkan memperluas mobilitas penumpang serta distribusi logistik antarwilayah.

Jaringan KPA Dabo Singkep

Di wilayah KPA Dabo Singkep yang mencakup Kepulauan Riau dan Riau, sejumlah rute dilayani secara pulang pergi. Rute tersebut meliputi Dabo Singkep–Batam, Dabo Singkep–Jambi, Dabo Singkep–Pekanbaru, Dabo Singkep–Tanjung Balai Karimun, serta Dabo Singkep–Tanjung Pinang. 

Selain itu tersedia juga rute Pekanbaru–Tanjung Balai Karimun, Batam–Pasir Pangaraian, Batam–Rengat, Jambi–Kerinci, Tanjung Pinang–Tambelan, dan Tanjung Pinang–Letung.

Rangkaian rute tersebut menghubungkan pusat aktivitas ekonomi dengan daerah kepulauan dan hinterland. Konektivitas ini memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perdagangan. Kehadiran penerbangan perintis menjadi solusi mobilitas di wilayah geografis yang menantang.

Operasional di Dabo Singkep memperlihatkan komitmen menjaga kesinambungan transportasi udara. Jalur penerbangan pulang pergi memberi fleksibilitas bagi penumpang. Aktivitas ekonomi daerah diharapkan semakin bergerak dengan tersedianya akses yang lebih cepat.

Layanan KPA Sinabang Aceh Sumatra Utara

Untuk wilayah KPA Sinabang yang meliputi Aceh dan Sumatra Utara, layanan penerbangan menghubungkan Banda Aceh dengan Sinabang, Kutacane, Tapaktuan, Gayo Lues, dan Sabang secara pulang pergi. 

Dari Medan tersedia rute menuju Singkil, Takengon, Mandailing Natal, dan Kutacane pulang pergi. Rute-rute tersebut memperkuat konektivitas antarwilayah di bagian barat Indonesia.

Kehadiran penerbangan perintis di Aceh dan Sumatra Utara membuka akses ke daerah yang sebelumnya memerlukan waktu tempuh panjang melalui jalur darat. Transportasi udara membantu distribusi kebutuhan pokok dan mobilitas aparatur pelayanan publik. Dampaknya diharapkan terasa pada peningkatan kegiatan ekonomi lokal.

Sinergi antarbandara kecil dan kota besar memperlancar arus penumpang. Wilayah terpencil dapat terhubung lebih efisien dengan pusat pemerintahan dan perdagangan. Rute ini sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di kawasan barat Nusantara.

SOA Kabupaten Malinau Kalimantan Utara

Di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara, layanan Subsidi Ongkos Angkut menghubungkan Malinau dengan sejumlah daerah pedalaman. Rute tersebut meliputi Malinau–Data Dian, Malinau–Mahak Baru, Malinau–Long Apung, Malinau–Long Sule, Malinau–Long Punjungan, Malinau–Long Alango, dan Malinau–Long Pala pulang pergi. Layanan ini menjadi penghubung vital bagi masyarakat pedalaman.

Wilayah pedalaman Kalimantan memiliki tantangan geografis berupa sungai dan hutan lebat. Penerbangan perintis mempersingkat jarak tempuh yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari. Mobilitas yang lebih cepat membantu distribusi logistik dan pelayanan dasar.

SOA di Malinau menunjukkan dukungan terhadap daerah perbatasan. Akses udara mempermudah aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Kehadiran layanan ini mempertegas komitmen memperkuat konektivitas nasional hingga ke pelosok.

Dampak Ekonomi dan Aksesibilitas Wilayah 3T

Ekspansi rute perintis di Sumatra dan Kalimantan diharapkan berdampak pada percepatan pembangunan daerah. Aksesibilitas yang meningkat mendorong pertumbuhan usaha kecil dan distribusi hasil bumi. Transportasi udara menjadi katalisator integrasi ekonomi antarwilayah.

Penguatan jaringan penerbangan subsidi juga mendukung pemerataan layanan publik. Masyarakat di wilayah 3T memperoleh akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan penting. Hal ini sejalan dengan tujuan memperkecil kesenjangan antarwilayah di Indonesia.

Dengan bertambahnya rute yang dilayani, konektivitas udara semakin luas dan terintegrasi. Susi Air memanfaatkan skema subsidi untuk memastikan penerbangan tetap berjalan di rute yang secara komersial menantang. Upaya ini menegaskan peran strategis penerbangan perintis dalam memperkuat pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkini