JAKARTA - Akses menuju Belitung dari luar negeri akan semakin terbuka dengan hadirnya rute baru maskapai Scoot.
Penerbangan langsung dari Singapura dijadwalkan mulai beroperasi pada awal Mei 2026. Kehadiran rute ini diharapkan memperkuat konektivitas dan mendukung pertumbuhan pariwisata daerah.
Maskapai penerbangan Scoot dijadwalkan resmi membuka rute internasional Singapura–Belitung pada awal Mei 2026. Pemerintah daerah menyambut positif kepastian jadwal tersebut sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Momentum ini dinilai strategis karena berdekatan dengan periode libur pertengahan tahun.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyampaikan penerbangan perdana direncanakan berlangsung pada 2 atau 3 Mei 2026 sesuai jadwal yang telah disampaikan secara resmi oleh pihak maskapai.
"Memang on schedule di bulan Mei itu. Tanggal 2 atau 3 Mei penerbangan Scoot sudah ingin membuka rute karena surat resminya sudah ada," kata Djoni. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seluruh proses administratif telah dipenuhi.
Persiapan Bandara dan Infrastruktur
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan khususnya di Bandara H.AS Hanandjoeddin guna menyambut penerbangan internasional tersebut. Sejumlah aspek teknis dan pelayanan menjadi perhatian agar operasional berjalan lancar. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kesiapan maksimal.
Menurutnya, secara umum kesiapan bandara sudah cukup baik meskipun masih terdapat sejumlah pembenahan minor seperti penataan ruang internasional dan fasilitas pendukung lainnya. "Secara keseluruhan hanya minor saja, dan terus kita perbaiki," ujarnya. Upaya perbaikan terus dilakukan agar standar layanan internasional terpenuhi.
Djoni menambahkan, pengalaman penerbangan internasional sebelumnya menjadi modal penting dalam menyambut kembali rute luar negeri ini. Bahkan ke depan bandara juga direncanakan akan ditingkatkan bersama Angkasa Pura. "Kalau upgrade total kemungkinan mulai 2027," katanya.
Spesifikasi Penerbangan dan Momentum Wisata
Penerbangan ini akan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas kursi sekitar 130 hingga 180 penumpang. Kapasitas tersebut dinilai memadai untuk mengakomodasi permintaan awal pasar internasional. Pemerintah daerah optimistis tingkat keterisian penumpang akan positif.
Pemkab Belitung melihat pembukaan rute ini sebagai momentum strategis menjelang musim libur sekolah pada Mei hingga Juli. Periode tersebut biasanya menjadi waktu favorit wisatawan untuk bepergian. Potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara pun terbuka lebar.
Djoni mengatakan promosi pariwisata telah mulai dilakukan melalui komunikasi dengan Singapore Tourism Board. Kerja sama promosi ini bertujuan memperluas jangkauan informasi destinasi Belitung. Strategi tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai negara.
Singapura sebagai Hub Internasional
Menurutnya, Singapura tidak hanya menjadi titik asal wisatawan tetapi juga akan difungsikan sebagai hub penerbangan internasional menuju Belitung termasuk dari Eropa, China, dan Amerika. Posisi Singapura yang strategis dinilai menguntungkan konektivitas global. Dengan demikian arus wisatawan dapat lebih mudah diarahkan ke Belitung.
"Minimal wisatawan bisa satu hari di Singapura, lalu diterbangkan ke Belitung. Jadi sama-sama mendapat nilai tambah," ujarnya. Skema tersebut diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi kedua destinasi. Konsep perjalanan terpadu ini juga menjadi daya tarik tambahan bagi turis mancanegara.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pelaku pariwisata untuk menyiapkan destinasi, transportasi, hingga kuliner lokal. Kesiapan ekosistem pariwisata menjadi perhatian agar pengalaman wisatawan tetap positif. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai sangat penting.
Antusiasme Masyarakat dan Dampak Ekonomi
Namun Djoni menekankan kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyambut wisatawan. "Yang penting bagaimana kita memberi senyum dan menyapa mereka. Itu jauh lebih berkesan," ucapnya. Keramahan warga diyakini menjadi nilai tambah yang tidak tergantikan.
Sementara itu salah satu warga Tanjungpandan, Sintya, menyambut antusias pembukaan rute internasional tersebut. Ia menilai penerbangan langsung dari Singapura akan memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Harapan masyarakat pun tumbuh seiring kepastian jadwal penerbangan.
"Kami senang sekali dengan rencana penerbangan ini. Semoga wisatawan makin banyak datang dan usaha masyarakat juga ikut berkembang," ujarnya. Optimisme tersebut mencerminkan harapan akan peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Dengan konektivitas yang semakin baik, Belitung bersiap memasuki babak baru pengembangan pariwisata internasional.