BMKG

BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Terjadi Hingga Awal Maret Mendatang

BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Terjadi Hingga Awal Maret Mendatang
BMKG Prediksi Intensitas Hujan Tinggi Terjadi Hingga Awal Maret Mendatang

JAKARTA - Memasuki penghujung Februari hingga awal Maret 2026, hujan masih menjadi fenomena cuaca yang dominan di berbagai wilayah Indonesia. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca nasional untuk periode 27 Februari hingga 5 Maret 2026 dengan sorotan utama pada tingginya potensi hujan. Kondisi ini berkaitan erat dengan dinamika atmosfer yang tetap aktif pada fase akhir musim hujan.

Dalam penjelasan terbarunya, BMKG mengungkapkan bahwa sejumlah faktor atmosfer skala regional maupun global masih bekerja secara bersamaan. Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air. Situasi ini membuat intensitas curah hujan di sejumlah daerah masih perlu diwaspadai.

BMKG menegaskan bahwa pola cuaca saat ini merupakan bagian dari siklus musiman yang lazim terjadi menjelang peralihan musim. Meski demikian, intensitasnya tetap perlu diperhatikan karena dapat memicu dampak lanjutan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta memahami gambaran umum kondisi atmosfer selama periode tersebut.

Dinamika Atmosfer Masih Aktif

Periode akhir Februari hingga awal Maret 2026 masih dipengaruhi oleh Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Asia menuju Indonesia. Aliran udara lembap ini memperkuat pembentukan awan konvektif, khususnya di wilayah barat dan tengah Indonesia. Dampaknya, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih cukup tinggi.

Selain Monsun Asia, aktivitas gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin juga terpantau aktif melintasi wilayah Indonesia. Gelombang ini dikenal mampu meningkatkan proses pembentukan awan hujan, terutama di wilayah selatan khatulistiwa. Kehadiran fenomena tersebut semakin memperbesar peluang terjadinya hujan signifikan di sejumlah daerah.

Kombinasi berbagai dinamika atmosfer itu menyebabkan peluang cuaca ekstrem dalam skala lokal tetap ada. Hujan lebat dapat disertai petir dan angin kencang pada waktu tertentu. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tetap diperlukan meskipun musim hujan mendekati fase akhirnya.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama 27 Februari hingga 5 Maret 2026. Di Pulau Sumatra, hujan berpeluang terjadi di beberapa provinsi bagian tengah dan selatan. Sementara itu, Pulau Jawa diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas bervariasi yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Wilayah Kalimantan juga berpotensi diguyur hujan lebat, terutama di bagian tengah dan selatan. Di Sulawesi, potensi hujan signifikan diperkirakan terjadi di wilayah selatan dan tengah. Bali dan Nusa Tenggara masih berpeluang mengalami hujan meski mulai menunjukkan tanda-tanda transisi musim.

Untuk wilayah Maluku dan Papua, hujan lebat lokal masih mungkin muncul, khususnya di kawasan pegunungan. Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang di beberapa wilayah. Peningkatan tinggi gelombang laut juga berpeluang terjadi, terutama di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Waspada Risiko Hidrometeorologi

Kondisi cuaca dengan dominasi hujan berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Risiko tersebut meliputi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah rawan. Selain itu, gangguan terhadap transportasi darat, laut, dan udara juga dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di daerah rawan longsor saat hujan lebat berlangsung. Warga di kawasan perkotaan juga diminta waspada terhadap genangan dan potensi banjir. Pemantauan informasi prakiraan cuaca harian dan peringatan dini menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.

Langkah antisipatif diperlukan agar dampak cuaca ekstrem dapat ditekan. Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menghadapi potensi cuaca buruk. Dengan koordinasi yang baik, risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi dapat dikurangi.

Pentingnya Pembaruan Informasi Cuaca

BMKG mengingatkan bahwa prakiraan cuaca mingguan bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi BMKG. Informasi dapat diakses melalui situs resmi, aplikasi cuaca BMKG, maupun media sosial resmi lembaga tersebut.

Pembaruan informasi secara berkala membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas harian. Langkah ini penting terutama bagi nelayan, petani, pelaku transportasi, serta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Dengan memahami kondisi cuaca terkini, potensi risiko dapat diantisipasi lebih awal.

Periode akhir Februari hingga awal Maret 2026 menjadi fase penting dalam transisi musim. Meskipun hujan masih dominan, kesiapan dan kewaspadaan akan membantu masyarakat tetap aman dan produktif. BMKG menekankan bahwa kolaborasi informasi dan kesiapsiagaan menjadi fondasi utama menghadapi dinamika cuaca nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index