JAKARTA - Upaya memastikan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis terus diperkuat di berbagai daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Bandar Jaya Barat 4, Lampung. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Unit pelayanan tersebut saat ini melayani 2.831 penerima manfaat dari berbagai kelompok. Penerima terdiri atas 2.398 peserta didik dan balita serta 433 ibu hamil. Jumlah ini menunjukkan cakupan program yang cukup luas di tingkat wilayah.
Dalam kunjungan itu, Menko Pangan memeriksa kesiapan infrastruktur pendukung pelayanan. Ia juga mengevaluasi standar operasional serta mekanisme distribusi makanan bergizi. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Standar Operasional dan Keamanan Pangan
Selain meninjau sarana fisik, Zulkifli Hasan turut memastikan penerapan standar keamanan pangan. Aspek kebersihan dapur dan tata kelola distribusi menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Hal ini dinilai penting untuk menjaga mutu makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Menko Pangan mengapresiasi langkah SPPG yang telah mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Sertifikasi tersebut menjadi indikator penting dalam menjamin kualitas pelayanan gizi. Dengan adanya sertifikat ini, keamanan dan kebersihan pangan dapat terkontrol secara lebih terstruktur.
"Keberadaan SPPG ini menjadi bagian penting. Terutama dari penguatan layanan gizi berbasis wilayah," ucapnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa pelayanan gizi harus terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Capaian Nasional Program MBG
Secara nasional, Program Makan Bergizi Gratis telah didukung oleh 23.678 SPPG yang tersebar di 38 provinsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.277 unit telah mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi. Capaian ini menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga standar pelayanan di seluruh wilayah.
Penguatan SPPG dinilai sebagai strategi penting dalam membangun generasi yang sehat dan produktif. Pemerintah memandang bahwa kualitas gizi memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan anak dan kesehatan ibu hamil. Oleh karena itu, keberadaan unit pelayanan yang memenuhi standar menjadi prioritas utama.
Program ini juga dinilai memperkuat ketahanan pangan dari hulu hingga hilir. Distribusi bahan pangan, pengolahan, hingga penyajian dilakukan secara terkoordinasi. Dengan sistem yang terintegrasi, manfaat program diharapkan dapat dirasakan secara merata.
Komitmen Pemerintah pada Standar Mutu
Pemerintah menegaskan bahwa setiap unit pelayanan tidak hanya dituntut beroperasi secara administratif. Standar keamanan pangan dan kebersihan dapur menjadi syarat utama dalam pelaksanaan program. Pengawasan dilakukan untuk memastikan konsistensi penerapan standar tersebut.
"Pemerintah memastikan setiap unit tidak hanya beroperasi secara administratif. Tetapi, juga memenuhi standar keamanan pangan dan kebersihan dapur," katanya. Pernyataan ini menjadi penekanan bahwa kualitas layanan tidak boleh diabaikan.
Melalui pengawasan rutin dan sertifikasi, mutu pelayanan diharapkan terus meningkat. Pemerintah juga mendorong unit-unit yang belum bersertifikat agar segera melengkapi persyaratan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan gizi nasional.
Harapan untuk Generasi Sehat dan Produktif
Program Makan Bergizi Gratis dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Dengan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak dan ibu hamil dapat menjalani proses pertumbuhan secara optimal. Program ini sekaligus menjadi fondasi untuk mencetak generasi yang sehat dan berdaya saing.
Peninjauan langsung oleh Menko Pangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan implementasi program berjalan efektif. Evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur, distribusi, dan standar operasional menjadi bagian dari penguatan tata kelola. Dengan pengawasan yang konsisten, kualitas program diharapkan terus meningkat.
Ke depan, pemerintah akan terus memperluas dan memperkuat jaringan SPPG di berbagai daerah. Standar keamanan dan mutu pangan akan tetap menjadi prioritas utama. Dengan komitmen bersama, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.